Rabu, 23 Oktober 2013

IHSG Sesi I Ditutup Turun 0.13%

Berita indeks seputar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada  perdagangan pagi ini tercatat menguat 0.13% ke level 4524.761. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 pada pagi ini tercatat menguat 0.09% ke level 762.577.

Pada awal perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 610,7 juta lot saham senilai Rp 440.3 miliar dengan total transaksi sebanyak 12281 kali. Pada perdagangan saham pagi ini tercatat sebanyak 86 naik, 30 saham turun, dan 79 saham tidak berubah.

Penguatan IHSG pada perdagangan pagi ini didorong oleh sektor industri dasar dan properti, dimana masing-masing indeks tercatat naik 1.02% dan 0.48%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat melemah 0.13% ke level 4513.134. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 pada siang ini tercatat melemah 0.29% ke level 759.725.

Pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 2.4 miliar lot saham senilai Rp 2.2 triliun dengan total transaksi 72817 kali. Pada penutupan perdagangan saham siang ini tercatat sebanyak 101 saham naik, 91 saham turun, dan 117 saham tidak berubah.

Pelemahan IHSG pada perdagangan sesi I ini didorong oleh sektor aneka industri dan infrastruktur, dimana masing-masing indeks tercatat turun 1.11% dan 0.82%.

Saham-saham yang tercatat menguat pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham INTP naik 1.6% ke Rp 19550, saham NIPS naik 2.4% ke Rp 10550, saham BTPN naik 5.0% ke Rp 4200, dan saham HRUM naik 4.1% ke Rp 3200.

Saham-saham yang tercatat melemah pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham ICBP turun 2.2% ke Rp 10900, saham PGAS turun 2.8% ke Rp 5300, saham IBST turun 2.4% ke 6050, dan saham TOWR turun 2.7% ke Rp 2725.

Analis Vibiz Research Unit dari Vibiz Consulting melihat bahwa IHSG pada perdagangan sesi I hari ini akhirnya ditutup negatif, setelah sempat menguat pagi tadi.

Setelah masalah anggaran pemerintah AS terselesaikan dan AS terhindar dari ancaman gagal bayar, tampaknya investor kembali kehilangan arahan akibat minimnya sentimen yang kuat sementara waktu ini. Untuk itu, pergerakan IHSG kemungkinan cenderung untuk terbatas pada sisa perdagangan hari ini.

Resistance diperkirakan berada di kisaran 4550, sedangkan support berada di kisaran 4375.

Senin, 22 Juli 2013

Tergerus Profit Taking, IHSG Sesi I Turun 0,57%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi tadi tercatat melemah 0,50% ke level 4700,918. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 pada pagi ini tercatat melemah 0,74% ke level 786,018.

Pada awal perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 622,3 juta lot saham senilai Rp 750,1 miliar dengan total transaksi sebanyak 22087 kali. Pada perdagangan saham pagi ini tercatat sebanyak 47 naik, 111 saham turun, dan 85 saham tidak berubah.

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat melemah 0,57% ke level 4697,444. Sedangkan indeks saham unggulan LQ 45 pada siang ini tercatat melemah 0,94% ke level 784,432.

Pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 1,5 miliar lot saham senilai Rp 1,8 triliun dengan total transaksi 61066 kali. Pada penutupan perdagangan saham siang ini tercatat sebanyak 70 saham naik, 120 saham turun, dan 118 saham tidak berubah.

Pelemahan IHSG pada perdagangan sesi I ini didorong oleh sektor finansial dan industri dasar, dimana masing-masing indeks tercatat turun 1,09% dan 0,91%.

Saham-saham yang tercatat menguat pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham ICBP naik 2,7% ke Rp 11300, saham EMTK naik 3,5% ke Rp 6000, saham MPPA naik 3,9% ke Rp 2650, dan saham MEDC naik 3,2% ke Rp 1910.

Saham-saham yang tercatat melemah pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham UNVR turun 2,2% ke Rp 33850, saham UNTR turun 3,5% ke Rp 16500, saham INTP turun 1,8% ke 21800, dan saham PGAS turun 3,4% ke Rp 5700.

Analis Vibiz Research Unit dari Vibiz Consulting melihat bahwa IHSG pada perdagangan sesi I hari ini berakhir melemah, setelah sempat dibuka positif sejenak pagi tadi.

Melemahnya IHSG tampaknya didorong oleh maraknya aksi profit taking oleh para investor, setelah sekitar dua minggu belakangan memang telah menguat cukup signifikan. Tercatat asing membukukan net sell sebesar Rp 201,2 miliar pada akhir sesi I ini.

Resistance diperkiran berada di kisaran 4770, sedangkan support berada di kisaran 4630.

Rabu, 10 Juli 2013

Asing Masih Net Sell, IHSG Sesi I Ditutup Naik 1,28%

IHSG Rebound 0,44%, Seiring Penguatan Bursa GlobalIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini tercatat menguat 0,44% ke level 4423,293. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 pada pagi ini tercatat menguat 0,67% ke level 733,113.

Pada awal perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 189,9 juta lot saham senilai Rp 272,8 miliar dengan total transaksi sebanyak 5703 kali. Pada perdagangan saham pagi ini tercatat sebanyak 57 naik, 37 saham turun, dan 71 saham tidak berubah.

Penguatan IHSG pada perdagangan pagi ini didorong oleh sektor barang konsumsi dan infrastruktur, dimana masing-masing indeks tercatat naik 1,25% dan 1,24%.

Indeks saham pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat menguat 1,28% ke level 4460,001. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 pada siang ini tercatat menguat 1,94% ke level 742,316.

Dan pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 2,3 miliar lot saham senilai Rp 2,9 triliun dengan total transaksi 90396 kali. Pada penutupan perdagangan saham siang ini tercatat sebanyak 139 saham naik, 94 saham turun, dan 79 saham tidak berubah.

Penguatan IHSG pada perdagangan sesi I ini didorong oleh sektor infrastruktur dan barang konsumsi, dimana masing-masing indeks tercatat naik 2,64% dan 2,25%.

Saham-saham yang tercatat menguat pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham UNVR naik 4,3% ke Rp 29050, saham TOWR naik 3,5% ke Rp 27950, saham INTP naik 3,8% ke Rp 21650, dan saham BMRI naik 4,7% ke Rp 7850.

Saham-saham yang tercatat melemah pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham MYOR turun 1,6% ke Rp 28050, saham LPPF turun 2,7% ke Rp 10700, saham BBRI turun 0,7% ke 7200, dan saham SGRO turun 1,9% ke Rp 1530.

Analis Vibiz Research unit dari Vibiz Consulting melihat bahwa IHSG pada perdagangan sesi I hari ini berakhir menguat cukup signifikan, seiring dengan penguatan bursa saham global.

Menguatnya IHSG kemungkinan terimbas oleh sentimen positif dari optimisme investor bahwa emiten-emiten secara global akan melaporkan kinerja yang positif pada periode Q2-2013. Walau begitu, investor asing hingga sesi I ini tercatat kembali membukukan net sell sebesar Rp 296,7 miliar.

Resistance diperkirakan berada di kisaran 4500, sedangkan support berada di kisaran 4360.

Selasa, 09 Juli 2013

Sesi I Ditutup Turun 0,51%, IHSG Balik Arah

IHSG Balik Arah, Sesi I Ditutup Turun 0,51%Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini tercatat menguat 0,94% ke level 4475,340. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 pada pagi ini tercatat menguat 1,44% ke level 741,790.

Pada awal perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 261,8 juta lot saham senilai Rp 291,9 miliar dengan total transaksi sebanyak 9047 kali. Pada perdagangan saham pagi ini tercatat sebanyak 87 naik, 33 saham turun, dan 75 saham tidak berubah.

Penguatan IHSG pada perdagangan pagi ini didorong oleh sektor aneka industri dan infrastruktur, dimana masing-masing indeks tercatat naik 1,81% dan 1,34%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat melemah 0,51% ke level 4411,054. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 pada siang ini tercatat menguat 0,10% ke level 731,943.

Pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 2,6 miliar lot saham senilai Rp 2,5 triliun dengan total transaksi 79949 kali. Pada penutupan perdagangan saham siang ini tercatat sebanyak 54 saham naik, 203 saham turun, dan 73 saham tidak berubah.

Pelemahan IHSG pada perdagangan sesi I ini didorong oleh sektor properti dan industri dasar, dimana masing-masing indeks tercatat turun 3,72% dan 1,12%.

Indeks saham yang tercatat menguat pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham FAST naik 2,7% ke Rp 13500, saham TLKM naik 2,3% ke Rp 11150, saham UNTR naik 1,6% ke Rp 16250, dan saham BBCA naik 1,1% ke Rp 9200.

Saham-saham yang tercatat melemah pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham ITMG turun 2,4% ke Rp 26350, saham LPCK turun 7,4% ke Rp 6850, saham MAPI turun 3,7% ke 6550, dan saham ADHI turun 9,4% ke Rp 2400.

Analis Vibiz Research unit dari Vibiz Consulting melihat bahwa IHSG pada perdagangan sesi I hari ini berakhir melemah, setelah sempat bergerak positif pagi tadi.

Tampaknya sentimen positif dari luar tidak cukup kuat untuk menopang penguatan IHSG, dimana investor masih lebih memilih untuk melakukan aksi jual pada saat ini. Untuk hari ini, tercatat asing membukukan net sell sebesar Rp 22,9 miliar pada sesi I.

Resistance diperkirakan berada di kisaran 4500, sedangkan support berada di kisaran 4360.

Rabu, 19 Juni 2013

Peroleh Momentum Saham BTPN Rebound


Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatat pertumbuhan kredit hingga 31 Maret 2013 sebesar Rp9 triliun atau 28 persen (yoy) menjadi Rp41,1 triliun dibanding pada 31 Maret 2012 yang hanya Rp32,1 triliun."Pertumbuhan penyaluran kredit di BTPN pada Maret 2012 dan 2013 atau biasa disebut year on year (yoy) itu sekitar Rp9 triliun dan peningkatan itu melebihi angka pertumbuhan perbankan nasional lainnya," ujar Deputy Regional Business Leader Mitra Usaha Rakyat, Yusri Asri di Makassar, beberapa waktu lalu. Berita ekonomi yang berkaitan dengan perbankan seperti ini dapat Anda lihat lebih lanjut, klik disini.

Ia menyatakan, keberhasilan BTPN dalam meningkatkan penyaluran kreditnya itu karena maksimalnya program pendampingan dan pemberdayaan nasabah yang berdampak positif ke kinerja perusahaan.Kenaikan signifikan pada sisi intermediasi ini tetap diimbangi dengan penerapan asas ke hati-hatian.

Berdasarkan data per Maret 2013, kualitas aset produktif tetap terjaga dengan baik.Itu terbukti dari cerminan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang tetap dapat dipertahankan diposisi 0,4 persen atau sama dengan posisi pada Maret 2012."Untuk NPL kita itu bertahan di level 0,4 persen dan angka ini mampu kami pertahankan dari NPL tahun sebelumnya yakni Maret 2012. Kita berharapnya NPL ini tidak melampaui jauh angka 0,4 dan angka ini sudah menurun jika dibandingkan beberapa tahun lalu," katanya


Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan update analisa teknikal terhadap saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk atau BTPN yang menunjukkan bahwa pada perdagangan kemarin (18/06/2013) saham tersebut ditutup pada nilai Rp. 4975/lembar saham, menunjukkan adanya perubahan sekitar Rp. 0/ lembar saham atau sekitar 0% dari nilai pada perdagangan di hari sebelumnya.

Ditinjau secara mingguan sampai pada hari ini saham BTPN telah naik sekitar Rp. 125/ lembar saham atau sekitar 2.57 %. Adapun rentang pergerakan normal secara mingguan pada saham ini diperkirakan berada pada Rp.4516 untuk level support mingguan dan Rp. 5266 untuk level resistance mingguan.

Secara garis besar ditinjau pada analisa teknikal terhadap major pattern, saham ini menunjukkan pergerakan rebound setelah sempat mengalami tekanan. Diperkirakan saham ini masih dapat naik secara terbatas dalam waktu dekat ini.

Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya adanya penguatan pada momentum naik namun masih berada pada level moderat dan beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan fase akhir pola bearish .

Kisaran Rp. 4581 merupakan support yang tidak terlalu kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam satu bulan perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp. 3990 merupakan support yang kuat dan diperkirakan agak sulit untuk mencapai ataupun menembus level ini dalam tiga bulan perdagangan mendatang.

Kisaran Rp. 5353 diperkirakan merupakan resistance yang tidak terlalu kuat diperkirakan masih mungkin untuk dicapai atau dilewati dalam 1 bulan perdagangan mendatang. Sedangkan kisaran Rp. 6077 dan diperkirakan merupakan resistance kuat diperkirakan cukup sulit untuk dicapai atau dilewati dalam 3 bulan perdagangan mendatang.