Pada awal perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 622,3 juta lot saham senilai Rp 750,1 miliar dengan total transaksi sebanyak 22087 kali. Pada perdagangan saham pagi ini tercatat sebanyak 47 naik, 111 saham turun, dan 85 saham tidak berubah.
Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat melemah 0,57% ke level 4697,444. Sedangkan indeks saham unggulan LQ 45 pada siang ini tercatat melemah 0,94% ke level 784,432.
Pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 1,5 miliar lot saham senilai Rp 1,8 triliun dengan total transaksi 61066 kali. Pada penutupan perdagangan saham siang ini tercatat sebanyak 70 saham naik, 120 saham turun, dan 118 saham tidak berubah.
Pelemahan IHSG pada perdagangan sesi I ini didorong oleh sektor finansial dan industri dasar, dimana masing-masing indeks tercatat turun 1,09% dan 0,91%.
Saham-saham yang tercatat menguat pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham ICBP naik 2,7% ke Rp 11300, saham EMTK naik 3,5% ke Rp 6000, saham MPPA naik 3,9% ke Rp 2650, dan saham MEDC naik 3,2% ke Rp 1910.
Saham-saham yang tercatat melemah pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham UNVR turun 2,2% ke Rp 33850, saham UNTR turun 3,5% ke Rp 16500, saham INTP turun 1,8% ke 21800, dan saham PGAS turun 3,4% ke Rp 5700.
Analis Vibiz Research Unit dari Vibiz Consulting melihat bahwa IHSG pada perdagangan sesi I hari ini berakhir melemah, setelah sempat dibuka positif sejenak pagi tadi.
Melemahnya IHSG tampaknya didorong oleh maraknya aksi profit taking oleh para investor, setelah sekitar dua minggu belakangan memang telah menguat cukup signifikan. Tercatat asing membukukan net sell sebesar Rp 201,2 miliar pada akhir sesi I ini.
Resistance diperkiran berada di kisaran 4770, sedangkan support berada di kisaran 4630.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar